
Oleh, Yunia Eka Ardina,S.Pd
Guru SDN Tinjomoyo 01, Kota Semarang
Model pembelajaran kooperatif jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawannya dari Universitas Texas dan kemudian di adaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya. Menurut Arends (1997) model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada kelompok yang lain. Pendapat tersebut dijelaskan kembali oleh Anita Lie (2004:69) mengatakan bahwa, Teknik mengajar jigsaw dikembangkan oleh Aronson et al. sebagai metode cooperative learning.
Model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan suatu teknik sederhana namun memiliki beberapa keunggulan. Model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas VI dalam melakukan diskusi kelompok yang dilakukan selama pembelajaran dan dapat membuat siswa mudah mengeluarkan pendapatnya sehingga dapat saling bertukar informasi serta ide-idenya. Model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat membuat siswa menjadi lebih pertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Model pembelajaran kooperatif jigsaw juga dapat berpengaruh pada pemahaman dan pengetahuan siswa sehingga dapat berpengaruh terhadap meningkatnya hasil belajar siswa.
Di SDN Tinjomoyo 01 hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dicapai masih rendah khususnya kelas VI materi perkembangbiakan pada tumbuhan. Hal ini bisa dilihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan kurang dari 50 persen siswa yang yang mencapai